[KHUTBAH : RUTINITAS HARIAN DAN KEBANGKITAN UMAT]


Jamaah Jum’at rahimakumullah….

Khatib berpesan pada dirimya dan semua yang ada di sini agar bertaqwa kepada Allah, MENGHAYATI MAKNA HIDUP, MENGENAL HAKIKAT TUHAN. Menjaga perintah dan menjauhi larangan-Nya agar kita tidak mati, kecuali di dalam keadaan Muslim, itulah kejayaan hakiki di penghujung dunia dan permulaan Akhirat.

Amma Ba’du;

Allah berfirman ;

Surah Al-Alaq 96:

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Kita sering mendengar para ilmuan menyebut,

MEDICINE IS A LONG LIFE EDUCATION

Ilmu Kedokteran Adalah Proses Pembelajaran Sepanjang Hayat

Sesiapa yang memilih untuk masuk ke bidang kedokteran harus belajar dan terus belajar kerana ilmunya sering berubah-ubah dan bertambah dari semasa ke semasa. Jadi setiap dari kita telah terdidik untuk mencari ilmu dan memahami ilmu ini.

Namun, berapa ramai diantara kita yang sering melupakan kepentingan mendalami ilmu agama. Setelah kita lulus SD, SMA, SMP atau kedokteran sekalipun, kita lupa untuk mencari ilmu tentang agama kita sendiri. Kita disibukkan dengan urusan dunia. Mencari nafkah buat keluarga, menyiapkan tugasan-tugasan harian, makan, belajar, bermain dan sebagainya. Jadi satu pertanyaan yang ingin khatib kongsikan buat peringatan jamaah jumat sekalian.

Apa bedanya kita dengan hewan ternak?

Hewan ternak tidak pernah memikirkan kenapa mereka hidup di dunia!

Hewan ternak tidak pernah mempedulikan saudara-saudaranya yang tertindas!

Hewan ternak tidak pernah memikirkan siapa tuhannya!

Hewan ternak tidak pernah ingin tahu bagaimana menyembah tuhannya!

Hewan ternak tidak pernah memikirkan tentang surga dan neraka!

Hewan ternak hanya melakukan rutinitas harian mereka!

Apa yang ada di dalam kepala hewan ternak usai bangun dari tidur adalah..

“Apa yang akan aku makan hari ini?”

“Dimana aku akan pergi dan tinggal hari ini?”

“Dengan siapa aku mahu membuat seks hari ini?”

Adakah kita selayaknya berpikiran sama persis hewan ternak?

Allah berfirman ;

Surah Al-A’raf 7: 179.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Oleh yang demikian, khatib ingin mengajak seluruh jamaah jumat pada hari ini, untuk kembali memikirkan tentang agama kita.

Carilah ilmu agama, dan dalamilah ilmu ini. Kembalilah kita pada petunjuk ilahi, Alquranul Karim, dan contohilah manusia agung, Muhammad Saw didalam setiap perkara yang ingin kita lakukan.

Bukalah Al-Quran dan bacalah terjemahannya setiap hari. Ambillah iktibar dari cerita-cerita didalamnya, dan hayatilah setiap kata dan nasihat-nasihat dari tuhan itu.

Bacalah hadith-hadith tentang sikap dan akhlak nabi, contohilah baginda SAW dalam setiap amalan yang ingin dilakukan.

Ayyuhal Muslimun rahimakumullah….

Hati-hatilah dengan kehidupan dunia. Janganlah kita terpedaya dengan kenikmatan dan kesenangan dunia. Janganlah terpedaya dengan kesibukan tugasan harian kita. Janganlah terleka dengan hasutan dan tipu daya setan durjana. Janganlah tertipu dengan banyaknya harta. Janganlah lalai dengan mewahnya mobil, rumah, jabatan dan gelar nama. Sedarlah kita semua hanya insan biasa.

Kelak di akhirat kita akan ditanya,

“Adakah kamu sudah beriman dengan sepenuhnya?”

“Adakah Islam kamu sekadar nama?”

“Adakah kamu sudah bersungguh-sungguh mencari taqwa?”

“Adakah kamu sudah berusaha mengamalkan Islam seperti nabimu?”

Kita sudah tidak mampu lagi untuk memberi alasan ketika itu…

“Maaf Tuhan, aku bukan anak pesantren. Aku hanya anak kedokteran…

“Maaf Tuhan, aku bukan pak kiyai, aku hanya pak dokter…

“Maaf Tuhan, aku bukan pak ustaz, aku hanya karyawan biasa…

“Maaf Tuhan, aku lagi sibuk dengan kerja dan tugasan, tidak sempat untuk mencari ilmu agama dan mengamalkan agama seperti nabimu…

“Maaf Tuhan, bolehkah aku masuk surgaMU?”

Allah berfirman :

Surah Albaqarah 2:9

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah sekalian….

Tidak ada bedanya antara miskin mahupun kaya, tidak ada bedanya antara dokter dan karyawan biasa. Tiada ada bedanya antara kita dan manusia lainnya. Melainkan hanya yang dipandang oleh Allah adalah taqwa dan usaha/ kesungguhan kita dalam mencari taqwa.

“Aku bersama sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.

Dan Aku akan selalu bersama hamba-Ku jika dia mengingati-Ku.

Kalau dia mengingati-Ku didalam dirinya,Aku mengingatinya dalam diriku.

Apabila dia mengingatiku di khalayak ramai, Aku mengingatinya di tgh khalayak yang lebih ramai lagi (para malaikat dan seluruh makhluk).

Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya (lebih dekat lagi) sehasta.

Apabila dia mendekati-Ku sehasta, Aku mendekatinya sedepa.

Apabila dia mendekati-Ku dengan berjalan, Aku mendekatinya dengan setengah berlari”

Hadith Qudsi (hadith yang dilafazkan oleh nabi tetapi mengandungi firman Allah) riwayat al-Bukhari

Carilah ilmu agama, dekatkanlah diri dengan tuhan, siapa pun kita, apa pun pekerjaan kita…

[KHUTBAH KEDUA]

Allah berfirman,

Surah Ali Imran 3: 110.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Jamaah Jumat yang dikasihi Allah sekalian,

Nabi Muhammad SAW pernah berfirman bahwa Umat ini akan bangkit suatu hari nanti. Yakinlah dengan janji ini, dan bertindaklah untuk sama-sama menunaikan janji ini. Umat ini tetap akan bangkit dengan kita ataupun tanpa kita. Jadi pilihlah, untuk berjuang atau menjadi hewan ternak! Kerana Islam pasti bangkit!

Buat akhirnya, marilah kita sama-sama mengubah rutinitas kita dengan memperbanyakkan membaca kisah-kisah pengajaran dari al-quran, nasihat-nasihat tuhan di dalam alquran. Marilah  kita membaca hadith-hadith nabi, untuk lebih mendekati ruh perjuangan nabi.

Umat Islam suatu ketika dahulu berjaya bukan kerana mereka ramai, tetapi kerana setiap orang mahu menyumbang untuk agama. Tidak kiralah dia seorang budak, mahupun saudagar yang kaya, mereka semua mahu Islam itu dimartabatkan di dunia dan mereka berusaha, mencoba sedaya upaya memahami ilmu agama dan mempraktekkannya di dalam kehidupan seharian. Itulah yang ingin kita contohi di saat ini. Umat Islam pasti bangkit, dan kitalah yang akan membangkitkannya!

Selawat, Doa.

Wallahua’lam…

***********

KOSAKATA INDONESIA

SD, SMA, SMP : Sek Ren, Middle High School, Upper High School

Pesantren : Sekolah Pondok

Kiyai : Ulama’

Karyawan Biasa : Pekerja Biasa/ Pejawat Jawatan Awam

Budak : Hamba

Advertisements
Published in: on Mac 26, 2010 at 4:25 pm  Tinggalkan Komen  

The URI to TrackBack this entry is: https://drrazi.wordpress.com/2010/03/26/khutbah-rutinitas-harian-dan-kebangkitan-umat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: